Share

Tampilkan postingan dengan label b2st. Tampilkan semua postingan


CHAPTER 4



Title:  On The Raining Days
Author: Arumly/Kim Ji Rin
Cast:
Ø  Hyorin Sistar
Ø  Yang Yeo Seob B2ST

Genre : Romance
Rated : PG 15
Legth : Chaptered
Disclimer :
maaf baru terbit, 3 chapter sebelumnya yaitu 
yang udah terbit dari jaman jahiliyah tapi chapter 4nya malah baru terbit,, maaf,,, *bow
ya sudah , aku g mau banyak ba-bi-bu. nyok tancap gasnya... happy reading



Ting ... tong...
Bel berbunyi.
“Nuguseyo?” hyorin sedikit mengeraskan suaranya. Tidak ada jawaban. Hyorin yang tadi sedang mencuci piring di dapur segera beranjak ke pintu depan.

Cklek...
Pintu terbuka. Hyorin terperanjat saat melihat sosok yang ada di depannya. Seorang pria tinggi yang manis. Baiklah Yeo Seob memang manis. Tapi mukanya tidak menyurutkan kekesalan di hati Hyorin saat itu.
“ sudah kubilang hari ini aku tidak ingin bertemu denganmu, untuk apa kamu datang kesini sunbae-nim? ...Ah ani, direktur.” Tanpa mempersilakan  masuk Hyorin nyerocos di depan pintu tanpa memerikan kesempatan Yeo Seob untuk bicara.
“ cukup untuk yang kemarin dan tadi pagi. Terima kasih kau sudah berbuat terlalu baik padaku. Tiba – tiba mendekatiku. Huh, apa sebenarnya yang kau mau?? Maaf aku bukan cewe gampangan yang bisa dengan mudah kau rayu. Aku tidak bodoh lagi. aku cukup tersiksa karena kau memperlakukanku terlalu istimewa.”

“ Hyorin, kita bicara pelan – pelan. Aku boleh masuk?” kata Yeo Seob dengan harapan meminta kesempatan untuk bicara dan menjelaskan semuanya. Tapi itu hanya sebuah harapan. Hyorin sudah terlalu marah. Yeo Seob juga tidak tahu pasti sebabnya. Yang ia tahu, Hyorin maeah karena ia tidak bilang kalau dia adalah direktur di tempat Hyorin bekerja. Hanya pikiran sederhana itu yang muncul di benak Yeo Seob.
“Sireo! Sebentar lagi aku akan pergi, lagi pula sebagai seorang direktur, kau pasti sibuk. Pergilah aku sangat tidak mood.” Kata Hyorin dengan menekankan irama pada kata ‘Direktur’ lalu sedikit mendorong Yeo Seob agar pria itu menjauh dari rumahnya.
Braak...
Hyorin menutup pintunya dengan cukup keras.
Ting tong...
Bel kembali berbunyi. Hyorin membuka pintu dengan kasar. Yeo seob masih berdiri disana.
“ kenapa masih disini? Isanim[1] kau harus segera pergi. Maaf kita bicara lan kali saja.” Hyorin kembali bersiap menutup pintunya.
“ ya! Jamkkanmanyeo.” Yeo Seob mencoba untuk menahannya.
“ Sireo !” Hyorin masih memaksa menutup pintu. Mereka berdua saling berlomba tarik – menarik pintu dan perlombaan itu akhirnya di tutup juga.
Hyorin berjalan lunglai ke kamarnya.
Ting .. tong.. dan lagi – lagi bel berbunyi.
            Aish, laki – laki itu benar – benar mengganggu. Hyurin membuka pintu dengan gusar tanpa melihat siapa yang datang langsung bicara
“ yaish, kenapa masih belum pergi, sudah kubilang aku tidak mau bertemu denganmu. Apa kau tuli?”
“ne?” seseorang menjawab. Jelas itu bukan suara isang-nim dan sepatunya. Oh, tidak. Dia bukan Isang-nim. Yaish.
Blush
Muka Hyorin bersemu merah. Ia sedikit mendongakkan wajahnya dan sedikit meringis menahan malu. Terlihat lelaki jangkung dengan hidung mancung, rambut sedikit di cat pirang, berkulit putih, dan tentu saja sangat tampan.
 Omo, nuguseyo?? Hyorin baru melihatnya kali ini. Siapa dia?.


[1] direktur


penasaran kan itu cowoknya siapa???? siapa hayohh, guess it!! yang pasti itu ganteeeeeeeng. nantikan kehadirannya di part selanjutnya

coment is so important
[FF] ON THE RAINING DAYS (CHAPTER 4) Full View




Title:  On The Raining Days
Author: Arumly/Kim Ji Rin
Cast:
Ø  Hyorin Sistar
Ø  Yang Yeo Seob B2ST
Other cast:
Ø  Soyu Sistar
Ø  Park Yoo Chun JYJ
Genre : Romance
Rated : PG 15
Legth : One shoot
Disclimer :
FF ini murni hasil kerja keras author...
author berhari nyari wangsit. Capek juga mondar mandir tiap kali dapat ide langsung masuk kamar. Capek juga memikirkan kata – kata yang harus dikeluarkan.
Jadi tolong ya kalo mau ngopy ijin dulu terus dikasih credit source. Ku harap kalian mengerti dan mau menghargai karyaku. Jangan Cuma jadi Silent reader. Kritik dan saran sangat aku butuhkan buat karya – karya selanjutnya. Silahkan coment apapun yang kalian mau.
Gomawoyo ◠◡◠ ◜◡◝ ...



CHAPTER 3


* Hyo Rin POV *
Mwo? Yang Yeo Seob sunbae itu adalah pewaris perusahaan?. Ah, andwae. solma[1]. Kejadian tadi itu benar – benar membuatkuhampir mati terkejut. Dia tak pernah mengatakannya. Bahkan saat kita cukup dekat saat SMA dulu. Belum pernah sekalipun.
            Aku menjatuhkan tubuhku ke sofa setibaku di rumah. Aku tinggal di rumah di daerah Gwang-do bersama ibuku. Aku harus naik kereta bawah tanah untuk pulang dari kantor. Meski kadang – kadang aku naik bis. Rumahku tak terlalu besar. Cukup untuk ditempati 2 orang. Ada 2 kamar, 2 kamar mandi, dapur yang selalu bersih karena ibuku. Kamarku juga sangat nyaman. Ibu yang membantuku untuk mengaturnya. Ibuku sedang tidak ada di rumah malam ini. Ia mengunjungi nenek dan kakek di Busan dan mungkin akan pulang besok. Aku tiduran di sofa dan memejamkan mataku sebentar.
            Ponselku  tiba - tiba berdering. Aku dengan sangat malas mencoba meraih ponselku. Posisiku masih tiduran di sofa.
“ ne, yeoboseyo” kataku setelah mendapatkan ponselku lalu menemelkannya ke telinga.
Tak ada jawaban. Tak ada suara
“ ini kenapa?” gumamku
Aku memindahkan ponselku. Kulihat layar ponsel, tertera sebuah pesan telah masuk. Ah, bodoh. Ini pesan bukan telepon. Aku terlalu lelah sampai tidak bisa membedakan bunyi telepon masuk dengan pesan masuk. Begoooooo....
Aku ingin bertemu denganmu sekarang. Aku ada di Restoran Purple Bean
Yeo Seob  -
            Aku mengerang. Apa maksudnya ini? Apa lagi? aku tidak ada waktu sekarang. Aku ingin istirahat setelah pekerjaan dan mendengar gosip – gosip menyebalkan tenteangku di kantor tadi. Aku tidak meu ada staf yang tiba – tiba melihatku dengannya atau aku akan menjadi bulan – bulanan mereka besok. Aku menolak permintaanya. Aku malas.
*Hyorin POV end*
            Sebuah pesan masuk. Namun, Hyorin yang masih lelah itu mengira itu adalah panggilan telepon. Setelah menyadari bahwa itu bukanlah telepon, ia melihat ponselnya lalu membaca pesan itu. Sebuah pesan dari Yeo Seob. Ah, dia terlalu malas untuk bertemu dengan Yeo Seob. Ini sudah ,malam. Untuk apa dia mengajak bertemu.
            Hyorin tak membalas pesan dari Yeo Seob. Ia beranjak dari sofa lalu ia pergi mandi. Sementara itu, Yeo Seob menantinya di Restoran yang telah ia beritahukan pada Hyo Rin tadi. Sebenarnya ia ingin menjelaskan kejadian tadi kepada Hyo Rin agar ia tidak salah paham. Tapi, mungkin terlambat. Hyo Rin tak kunjung datang. Yeo Seob berpikir bahwa Hyo Rin sudah salah paham dan tidak ingin bertemu dengannya lagi. Tapi, tidak mungkin wanita seperti dia berubah begitu saja. Yeo Seob tetap menantinya di cafe itu. Malam semakin larut. Tapi Hyo Rin masih belum datang  juga dan Yeo Seob masih setia menunggunya. Seorang pelayan datang mengahampiri Yeo Seob dan mengatakan restoran itu akan segera tutup. Terpaksa ia harus pergi meninggalkan tempat itu. Oke, kali ini ia mengalah dan pergi dari sana. Ia memutuskan untuk menjelaskannya besok saja.

***
            Pagi sudah menyingsing. Kali ini Hyorin bangun lebih pagi. Ia merasa sangat nyaman bisa menikmati tidur lelapnya semalam. Kejadian kemarin itu benar – benar membuatnya lelah setengah mati. Hari ini adalah hari minggu. Saatnya untuk menikmati suasana santai di rumah. Bermalas – malasan sebentar mungkin. Hyorin duduk di kasurnya. Ia akan bersiap untuk bangkit lalu rencananya akan segera mandi. Tapi semua itu tertunda. Dering ponsel Hyorin yang menundanya. Tanpa melihat siapa yang meneleponnya Hyorin mengangkat saja. Mungkin karena baru bangun tidur dan moodnya sedang baik.
“ yoboseyo?” ucapnya.
“ ini aku. Yang Yeo Seob” terdengar suara laki – laki yang tidak asing lagi bagi Hyorin.
“ oh, kau. Ada apa?” ia mengernyitkan dahinya. Mudah – mudahan laki – laki itu tidak mengajaknya bertemu.
***
            Yeo Seob meraih ponselnya. Semalaman ia tak bisa tidur memikirkan gadis itu. Ia mengharapkan semoga dia tidak salah paham atas kejadian kemarin itu. Memang rasanya tidak mungkin untuk  gadis itu  tidak salah paham padanya. Ia tiba –tiba datang dengan identitas calon pewaris perusahaan. Sementara sebelumnya mereka bertemu dan Yeo Seob tak terlihat seperti itu. Yeo Seob duduk di kursi meja kerjanya. Ia meraih ponselnya. Menekan beberapa nomor lalu menempelkannya ke telinga.
            “ yoboseyo?” ya. Gadis itu menjawab teleponnya. Syukurlah. Mungkin dia sudah lebih baik dari semalam.
            “ ini aku Yeo Seob” jawabnya kemudian.
            “ Oh, kau ada apa?” gadis itu menjawab dengan malas.
            “ soal kemarin. Kuharap kau tidak salah paham. Aku hanya ingin berteman denganmu sebagai Yang Yeo Seob. bukan sebagai calon pewaris perusahaan.” Katanya mencoba menjelaskan.
            “ aku rasa kita harus bertemu” lanjutnya.
            “ tidak perlu. Aku tidak bisa hari ini. Lagi pula aku tidak peduli semua itu. Aku tidak peduli” Seon Yeo kembali berkata dan sedikit menekankan pada kata – kata aku tidak peduli.
            Sambungan telepon terputus. Yeo Seob yang tadi menelepon Seon Yo sambil berjalan keluar kamar dan berjalan ke ruang tengah menghempaskan tubuhnya ke sofa. Ya, kau hebat Yeo Seob. Kau membuatnya begitu marah. Kau hebat.
            Yeo Seob memutuskan untuk mengahampiri Hyorin ke rumahnya.


[1] Tidak mungkin



coment is so important
[FF] On The Raining Days Part 3 Full View


Title: 
  On The Raining Days

Author: 
Arumly/Kim Ji Rin

Cast:
Ø  Hyorin Sistar
Ø  Yang yeo seob B2ST
Other cast:
Ø  Soyu Sistar
Ø  IU as Lee Ji Eun

Genre : 
Romance

Rated : 
PG 15

Legth : Chaptered

Disclimer :
wahh setelah sekian lama, dengan mencoba mengatasi kemacetan ide, author tetap berusaha menyelesaikan part 2 dan 3, meski yang pert 3 belum selesai sepenuhnya, tapi part 2nya kan udah di post, semoga pada suka ya, maaf menunggu lama kalian bisa baca yang part 1 yang udah dikeluarkan sebelumnya ,
FF ini murni hasil kerja keras author...
author berhari nyari wangsit. Capek juga mondar mandir tiap kali dapat ide langsung masuk kamar. Capek juga memikirkan kata – kata yang harus dikeluarkan.
Jadi tolong ya kalo mau ngopy ijin dulu terus dikasih credit source. Ku harap kalian mengerti dan mau menghargai karyaku. Jangan Cuma jadi Silent reader. Kritik dan saran sangat aku butuhkan buat karya – karya selanjutnya. Silahkan coment apapun yang kalian mau.



Chapter 2


                Hyorin siap pergi ke kantor. Setelah mencabut flashdisk dan mengambil print out presentasinya ia keluar dari kamar dan menemui ibunya di dapur untuk berpamitan.
“ kau tidak sarapan dulu nak?” tanya ibunya
“ nggak ma, nanti di kantor aja” Hyorin berlalu. Ia berjalan keluar
Seperti biasanya Hyorin pergi ke kantor dengan menggunakan bis merah menuju Seoul. Ia berjalan menuju halte bis. Saat ia berjalan ia mendengar bunyi klakson dari belakang. Sebuah mobil hitam lalu berhenti di dekat Hyorin. Mobil yang menurut Hyrin sudah tidak begitu asing. Seseorang membuka kaca mobil hitam itu.
“Hyorin ah~” panggilnya
Hyorin mendekat. Dan tidak salah lagi orang itu adalah Yeo Seob sunbae.
“ Hyorin ah~ , masuklah. Aku akan mengajakmu ke suatu tempat.” Katanya
Hyorin sedikit mengernyitkan dahi.
Yeo seob keluar dari mobilnya. Ia lalu membawa Hyorin untuk masuk ke dalam dan kembali masuk.
“ pakai sabuk pengamanmu.” Kata Yeo Seob
              Mobil itupun melaju. Mereka menyusuri jalan. Menuju Seoul.setelah beberapa lama. Mereka sampai di sebuah kantor. Itu adalah kantor Hyorin.
“ dari mana kau tahu?” tanya Hyorin heran.
“tahu dong. hehe” Yeo Seob malah menjawabnya dengan candaan. “ sudah sana masuk. Kau hampir terlambat. Hyorin hanya kebingungan. Pertanyaan yang ada dibenaknya saat ini ialah. Dari mana ia tahu semua itu???
              Ia hanya berlalu dari hadapan Yeo Seob dengan rasa bingung dan penasarannya. Rasa penasaran itu sedikit menyiksanya karena ia memang seorang yang sangat mudah penasaran dan akan terusmencari sampai ia dapat jawabannya.
 Akhirnya ia memutuskan untuk menelepon Yeo Seob. Diambilnya ponsel dari dalam tas.
“y....y....yeoboseyo?” kata hyorin
“ne? Hyorin ah~ wae?” suara Yeo eob terdengar dari ponsel.
“ sunbae nim, dari mana kau tahu tempat kerjaku?” kata Hyorin
“emmm, bimil[1]” kata Yeo seob menggoda Hyorin
“ya! Sunbaenim. Ah~ michoseo[2]. Sunbaenim dari mana kau tahu?” desak Hyorin
“seharusnya kau tahu”  kata Yeo Seob lagi
Tulit...
Sambungan telepon terputus
“ya Sunbaenim, sunbaenim” Hyorin memanggil – manggil Yeo Seob.
“ aish, geu sarami , michoseo” umpat Hyorin memandang Ponselnya.
Hyorin menghentakkan kakinya ke lantai karena kesal. Hyorin mencoba menelepon Yeo Seob lagi tapi, tidak diangkat. Berkali – kali mencoba, tapi sama saja.
Ia mengumpat (berbicara dengan ponsel).
Tak berapa lama kemudian getar ponselnya menghentikan umpatan – umpatan yang ia keluarkan.
11.30 a.m. Bums Story Restaurant
-          Yeo Seob  -
“benar –benar”katanya lagi.
                Hyorin menekan tombol lift menuju lantai 5 tempatnya bekerja sebagai staf ketua  departement  promosi.
                Di dalam lift sudah ada beberapa orang. Mereka memberikan tatapan aneh kepada HyoRin. Hyorin menyadari itu.

*Hyorin POV*
Sedikit risih memang, tapi sudahlah mungkin itu bukan untukku. Aku tetap percaya diri masuk ke dalam lift. Disana kudengar beberapa orang sedang ber bisik – bisik tapi tak jelas apa yang mereka bicarakan.
Ting
Aku sudah sampai di lantai lima. Aku keluar bersaama beberapa orang. Di perjalanan menuju ruang tempatku bekerja. Beberapa orang terlihat sedang memandangiku sambil berbisik – bisik. Aku tak peduli dan tetap berjalan dengan percaya diri ke meja kerjaku. Di dalam ruangan sudah ada beberapa orang staf. Mereka menatapku dengan sinis.
* Hyorin POV end*
“ sudah berani menggoda putra presedir masih berani datang ke kantor” seorang wanita tiba – tiba saja bicara dari belakang Hyo Rin. Kang ji Hyun atau yang biasa di panggil dengan nama amerikanya yaitu Soyu yang baru datang itu langsung nyeletuk.
“Ji Hyun, apa maksudmu?” tanya Hyorin heran
“ sudahlah kamu nggak perlu pura – pura bodoh lagi. kami semua sudah tau.” Jawab Soyu lalu pergi dari hadapan Hyorin.
Aneh sebenarnya apa yang mereka pikirkan? Gumam Hyorin dalam hati.
                Hyorin tidak peduli. Ia hanya melanjutkan pekerjaannya tanpa beban pikiran. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua belas. Saatnya untuk pergi karena ini adalah jam makan siang. Hyorin teringat janjinya dengan Yang yeo Seob. Ia segera beranjak deri tempat duduknya dan pergi ke sebuah restoran yang diberi nama Bums Story. Kabarnya restoran inti adalah milik salah seorang member JYJ yaitu Kim  Jae Joong. Pantas saja kebanyakan yang datang kesini adalah kaum hawa dan kebanyakan dari mereka adalah penggemar Jae Joong. Seperti Hyo rin.
                Yeo Seob terlihat sedang duduk di dekat jendela. Hyorin segera menghampirinya.
                “ Annyeong Haseyo” sapanya
                Yeo Seob lalu berdiri dan mengucapkan salam juga. Lalu mempersilakan Hyorin untuk duduk.  Seorang pelayan datang mendatangi mereka.
“ annyeong haseyo, anda mau pesan apa? Silakan” pelayan itu lalu memberiikan buku menu kepada yeo Seob.
“ kau mau pesan apa?” kata Yeo Seob
 Hyorin yang juga memegang menu hanya melongo melihat harga yang tertera disana. Begitu mahal.
“ hei, disini sangat mahal, kenapa tidak pindeh ke tempat lain saja?” bisik Hyorin kepada Yeo Seob.
“ kita sudah terlanjur datang. pilih saja yang kau suka” Yeo Seob juga berbisik.
“sirreo, aku tak mau...” belum selesai Hyorin berbicara Yeo Seob membungkamnya dengan cara ia menyebutkan sebuah menu masakan jepang yaitu Nagasaki jambbomnabe, Asihi Saeng, dan ramyun Sarijuga *menuAsli *author g tau itu nama Indonesianya apa. Pelayan itu mencatat setiap pesanan Yeo Seob lalu pergi meninggalkan kami.
                “ apa – apaan ini?” kata Hyorin setelah pelayan itu pergi.
“ sudahlah terima saja” kata Yeo Seob lagi.
“ ok, sekarang apa yang akan kau bicarakan? Ah~ yang tadi pagi itu. Harus kau jelaskan. Dari mana kau tahu semua itu? Kau tahu kantourku. Dari mana kau tahu itu?” tanya Hyorin yang langsung kepada titik permasalahannya.
“ oh , itu. Kau tahu? Map yang kemarin kau cari itu kan ada alamat kantormu. Harusnya kau tahu itu.” Jawab yeo seob deiikuti senyumannya.
Tak lama makanan datang. mereka menikmati makanan itu sambil sesekali mengobrol.
“ kau akan menerima beberapa hal lai lagi, kuharap kau tidak terlalu terkejut deengan itu.” Kata yeo seob setelah selesai makan.
“ maksudmu?” Hyorin bertanya dengan penuh penasaran lalu sedikit mencondongkan badannya lalu menumpukan dagunya dengan kedua tangannya.
Tapi Yeo Seob hanya tersenyum lalu berkata “ sekarang jam makan siang sudah selesai, cepat kembali ke kantor”
Hyorin terkejut lalu melihat jam tangannya
“ omo~ aku bisa terlambat untuk presentasi.Aku pergi dulu oke. Urusan kita belum selesai. Aku harus tahu semua maksudmu itu” kata Hyorin kemudain beranjak dari tempat duduknya.
                Saatnya presentasi untuk rapat promosi datang juga. Hyorin bersiap menuju ruang rapat departemen promosi. “huh, semangat Hyorin. Fighting” Hyorin berkata -  kata dengan semangat untuk menyemangati dirinya sendiri lalu mnengepalkan tangannya tanda semangat.
                Hyorin berjalan ke ruang rapat. Sampai di ruangan yang tidak jauh dari tempat untuk departemen promosi ia segera masuk lalu mengambil tempat duduk untuknya. Ia mempersiapkan sedikit lagi untuk presentasinya. Orang – orang sudah datang. mereka mengobrol satu sama lain. Termasuk Hyorin yang sedang mengobrol dengan sahabat dekatnya di kantor yaitu Lee Ji Eun.
                Seseorang membuka pintu ruang rapat lalu berkata. “ semuanya  direktur baru kita sudah datang.” kata lelaki berjas hitam itu lalu membungkuk ke pintu mempersilahkan seseorang untuk masuk.
                Seorang yang manis, tinggi, berambut hitam yang stylish dan terlihat berwibawa masuk bersama seorang sekertarisnya. Orang itu adalah Yang Yeo Seob.


[1] Rahasia
[2] Menjadi gila

[FF] On The Raining Days Part 2 Full View


Lyrics/작사: 용준형, Rado
Composer/작곡: Rado
Arranger/편곡: Rado



Du Jun, Hyun Seung, Jun Hyung, Yo Seob, Gi Kwang, Dong Woon


Erul joohl ahlasso erul joohl ahlasso
YoJeum dahllahjin guhtmahn gattah
Ahn hadeon hwajangdoh jjinhahgae
Ahn gahduhn kkuhllupdoh gahnae huh
Wae jahkku shingeongee ssueeneungee
Ohtsuh nuhmgieleuhgo haetneundae
Oohtsumee nahohgeel ahnnae
[All/YoSeop](Eonjaebuhtuhyyeotneungee)
Nigah nahl gahtgoh nohlahtduhn gae
Jeongmahl jinshimuhtneungee
[All/YoSeop](Eeottokgae nigah eerul soo eetsuh)
Uhjjeonji yojjeum deulluhsuh mahnee
Dahllahjeotdah haetsuh
Geureon juldoh moreuhgo Oh nuhmahn
Saranghaetsuh
Naegah eeruhl joohl ahlasso Uh
Nigah geu nahmjahl mahnnahleuh
Gahndahgoh haetsuhl ddae
Wae nuhl geuttae buhtjabgee
Mohthaetssuhlkah
Eerul joohl ahlasso Uh
Mohleunneun jeonhwabuhnnohgah
Tteul ttaebuhttuh
Geuttaebuhttuh eeruhl jeul ahlasso
Jahgiyah, ooheshimhahneun gae
Ahnyah nae mahm ahlgee
Nuhl nuhmoo saranghaesuh geuleh
Guhruhneekkah gahmshimahn
Haenduupohn johm jwo bwah
Hwahgeenhwahl gae eetsuhsuh geurae
Beenmeelbuhnhoneun ddoh
Uhnjae bahkkwuhnwahnnee
Tonghwa mokleukee wae eeree
Kkaekeuthahn geulkah
Muhngcheonghahgae geonbu dah
Geewuhbuhleuhtgoonah
Ha.. Gweuhpnae uuri 뫃모
Nuh Mahnnee eesanghae
Sohlgeekhee mahlhae
Nah jeom hwanahlleuhgoh hae
[All/DongWoon](Neonwaenahl tteuhnahgahtsuh)
Eerun naegah gee geuhwoejeotsuh
Jeonhwageen wae kkeujeoh eetsuh
[All/DongWoon](nah geegeum hwal mahlee eetneundae)
Moksohreemahn ddeutgosuh geuhnyang
Gidahlleuhlgae yuhgisuh ni gip moohn appae
Naegah eeleuhl joohl alhasso Uh
Nigah geu nahmgahl mahnnahleuh
Gahnndahgo haetssuhl ttae
Wae nuhl geuttae boohtgahpgee
Mohthaetssuhlkka
Eeleul joohl ahllahtssuh Uh
Mohleuneun geonhwabohnhogah
tteulttaebuht tuh
Geuttaebutuhh eeleul joohl alhasso
Naegah muhl gahlmohtttaetsuh?
(Ssaenggakhae bwomeun naegah gahlmohthan
Geun hahnah ohpneun geot gatteundae)
Sohlgikhahgae mahlhaegwo
(Sohlgeekhahgae mahlhahgee ahnahdoe eemee
Dah ahlgo eetgeen hae)
Geureh eejae jeongmahl geumahnhahlgae
Jookuhdoh chamki hhimdeulmyeon mahl hae
Baby Please
(Jeongmahl mahjeekmakeuroh Hahn mahdeemahn
halkkae)
Geuttae Geu saram,
Ahnee geuttae geu nohmee mahtgee
Nahlsaenggeegeen haetdeondae geuree duhmgeekhae
Boheegin ahnduhndae mahlyah
Neegah muhseun gahlmohteenee
Nuhmoo chakhahn gae jwelahmeun geuguh
hahnahppeuneegee
Ne yeopae naegah eetneunguhl ahllahtsseul ttaendae
Naegah cham oohtsuewoe bbohyeotnah bwa geu
gahshik
Kkeutgee mah gahgeeyah moohuhbohlgae eetsuhseo
geurae
Uh… yeogi uhdeejjeumee… geunohm geepee mahtgee?
Naegah eereul jeul alhasso Uh
Nigah geu namjal mahnahluh
gahndahgo haetsuhl ttae
Wae nuhl geuttae bootjapgee mohthaetsuhlkkah
Eerul joohl alhasso Uh
Moreuneun jeonhwabohnnohgah
tteul ttaebuhttuh
Geuttaebuhttuh eerul joohl alhasso
[LYRIC] B2ST/BEAST I KNOW IT ( 이럴 줄 알았어 ) Full View



Nah tanggal 11 dan 12 Januari 2012 lalu udah diadain penghargaan bergensi GOLDEN DISC AWAR (GDA) di Osaka, Jepang. dan ini jadi pembicaraan dimana - mana.
aku kasih nih daftar pemenangnya


GDA 11 JANUARI 2012

ALBUM DAESANG

SUPER JUNIOR

Disk Bonsang / ALBUM AWARD

  • f(x)
  • INFINITE
  • MBLAQ
  • Jay Park
  • CNBLUE
  • KARA
  • B2ST
  • SUPER JUNIOR

Ceci Award

  • B2ST

Popularity Award

  • SUPER JUNIOR


Japan Popularity Award

  • SUPER JUNIOR

Pendatang Baru Terbaik / Rookie Award

  • B1A4
  • Dal Shabet
  • A Pink

Hallyu Icon Award

  • INFINITE
  • Rainbow

Producer Award

  • Hong Seung Sung (Cube Entertainment)

GDA 12 JANUARI 2012

DIGITAL DAESANG
  • SNSD

DIGITAL BONSANG
  • G.NA
  • MISS A
  • CNBLUE
  • K.Will
  • Sistar
  • Secret
  • SNSD

ROOKIE AWARD
  • BOYFRIEND
  • HUH GAK

Best Rock Musician of the Year
  • FT ISLAND

Cosmopolitan ‘Fun & Fearless Musician’ Award
  • FT ISLAND

Hallyu Icon Award
  • Supernova

Best Asian Group Award
  • CNBLUE

MSN International Award
  • B2ST

ViVi Dream Award
  • CNBLUE


[NEWS] GOLDEN DISC AWARD OSAKA 2012 Full View

HOME | ABOUT

Copyright © 2011 KPOP Family by 김지린 | Powered by BLOGGER | Template by 54BLOGGER