Tampilkan postingan dengan label Beast. Tampilkan semua postingan
CHAPTER 4
Title: On The Raining Days
Author: Arumly/Kim
Ji Rin
Cast:
Ø Hyorin Sistar
Ø Yang Yeo Seob B2ST
Genre : Romance
Rated : PG 15
Legth : Chaptered
Disclimer :
maaf baru terbit, 3 chapter sebelumnya yaitu
yang udah terbit dari jaman jahiliyah tapi chapter 4nya malah baru terbit,, maaf,,, *bow
ya sudah , aku g mau banyak ba-bi-bu. nyok tancap gasnya... happy reading
Ting ... tong...
Bel berbunyi.
“Nuguseyo?” hyorin
sedikit mengeraskan suaranya. Tidak ada jawaban. Hyorin yang tadi sedang
mencuci piring di dapur segera beranjak ke pintu depan.
Cklek...
Pintu terbuka.
Hyorin terperanjat saat melihat sosok yang ada di depannya. Seorang pria tinggi
yang manis. Baiklah Yeo Seob memang manis. Tapi mukanya tidak menyurutkan
kekesalan di hati Hyorin saat itu.
“ sudah kubilang
hari ini aku tidak ingin bertemu denganmu, untuk apa kamu datang kesini
sunbae-nim? ...Ah ani, direktur.” Tanpa mempersilakan masuk Hyorin nyerocos di depan pintu
tanpa memerikan kesempatan Yeo Seob untuk bicara.
“ cukup untuk yang
kemarin dan tadi pagi. Terima kasih kau sudah berbuat terlalu baik padaku. Tiba
– tiba mendekatiku. Huh, apa sebenarnya yang kau mau?? Maaf aku bukan cewe
gampangan yang bisa dengan mudah kau rayu. Aku tidak bodoh lagi. aku cukup
tersiksa karena kau memperlakukanku terlalu istimewa.”
“ Hyorin, kita
bicara pelan – pelan. Aku boleh masuk?” kata Yeo Seob dengan harapan meminta
kesempatan untuk bicara dan menjelaskan semuanya. Tapi itu hanya sebuah
harapan. Hyorin sudah terlalu marah. Yeo Seob juga tidak tahu pasti sebabnya. Yang
ia tahu, Hyorin maeah karena ia tidak bilang kalau dia adalah direktur di
tempat Hyorin bekerja. Hanya pikiran sederhana itu yang muncul di benak Yeo Seob.
“Sireo! Sebentar lagi
aku akan pergi, lagi pula sebagai seorang direktur, kau pasti sibuk. Pergilah aku
sangat tidak mood.” Kata Hyorin dengan menekankan irama pada kata ‘Direktur’
lalu sedikit mendorong Yeo Seob agar pria itu menjauh dari rumahnya.
Braak...
Hyorin menutup
pintunya dengan cukup keras.
Ting tong...
Bel kembali berbunyi.
Hyorin membuka pintu dengan kasar. Yeo seob masih berdiri disana.
“ kenapa masih
disini? Isanim[1] kau
harus segera pergi. Maaf kita bicara lan kali saja.” Hyorin kembali bersiap
menutup pintunya.
“ ya! Jamkkanmanyeo.”
Yeo Seob mencoba untuk menahannya.
“ Sireo !” Hyorin
masih memaksa menutup pintu. Mereka berdua saling berlomba tarik – menarik pintu
dan perlombaan itu akhirnya di tutup juga.
Hyorin berjalan
lunglai ke kamarnya.
Ting .. tong.. dan
lagi – lagi bel berbunyi.
Aish, laki – laki itu benar – benar mengganggu.
Hyurin membuka pintu dengan gusar tanpa melihat siapa yang datang langsung
bicara
“ yaish, kenapa
masih belum pergi, sudah kubilang aku tidak mau bertemu denganmu. Apa kau tuli?”
“ne?” seseorang
menjawab. Jelas itu bukan suara isang-nim dan sepatunya. Oh, tidak. Dia bukan
Isang-nim. Yaish.
Blush
Muka Hyorin bersemu
merah. Ia sedikit mendongakkan wajahnya dan sedikit meringis menahan malu. Terlihat
lelaki jangkung dengan hidung mancung, rambut sedikit di cat pirang, berkulit
putih, dan tentu saja sangat tampan.
Omo, nuguseyo?? Hyorin baru melihatnya kali
ini. Siapa dia?.
[1]
direktur
penasaran kan itu cowoknya siapa???? siapa hayohh, guess it!! yang pasti itu ganteeeeeeeng. nantikan kehadirannya di part selanjutnya
coment is so important
[FF] ON THE RAINING DAYS (CHAPTER 4)
Full View
Label:
b2st,
Beast,
chapter 4,
FF,
hyorin,
on the raining days,
sistar,
Yeo Seob
CHAPTER 4
Title: On The Raining Days
Author: Arumly/Kim
Ji Rin
Cast:
Ø Hyorin Sistar
Ø Yang Yeo Seob B2ST
Genre : Romance
Rated : PG 15
Legth : Chaptered
Disclimer :
maaf baru terbit, 3 chapter sebelumnya yaitu
ya sudah , aku g mau banyak ba-bi-bu. nyok tancap gasnya... happy reading
Ting ... tong...
Bel berbunyi.
“Nuguseyo?” hyorin
sedikit mengeraskan suaranya. Tidak ada jawaban. Hyorin yang tadi sedang
mencuci piring di dapur segera beranjak ke pintu depan.
Cklek...
Pintu terbuka.
Hyorin terperanjat saat melihat sosok yang ada di depannya. Seorang pria tinggi
yang manis. Baiklah Yeo Seob memang manis. Tapi mukanya tidak menyurutkan
kekesalan di hati Hyorin saat itu.
“ sudah kubilang
hari ini aku tidak ingin bertemu denganmu, untuk apa kamu datang kesini
sunbae-nim? ...Ah ani, direktur.” Tanpa mempersilakan masuk Hyorin nyerocos di depan pintu
tanpa memerikan kesempatan Yeo Seob untuk bicara.
“ cukup untuk yang
kemarin dan tadi pagi. Terima kasih kau sudah berbuat terlalu baik padaku. Tiba
– tiba mendekatiku. Huh, apa sebenarnya yang kau mau?? Maaf aku bukan cewe
gampangan yang bisa dengan mudah kau rayu. Aku tidak bodoh lagi. aku cukup
tersiksa karena kau memperlakukanku terlalu istimewa.”
“ Hyorin, kita
bicara pelan – pelan. Aku boleh masuk?” kata Yeo Seob dengan harapan meminta
kesempatan untuk bicara dan menjelaskan semuanya. Tapi itu hanya sebuah
harapan. Hyorin sudah terlalu marah. Yeo Seob juga tidak tahu pasti sebabnya. Yang
ia tahu, Hyorin maeah karena ia tidak bilang kalau dia adalah direktur di
tempat Hyorin bekerja. Hanya pikiran sederhana itu yang muncul di benak Yeo Seob.
“Sireo! Sebentar lagi
aku akan pergi, lagi pula sebagai seorang direktur, kau pasti sibuk. Pergilah aku
sangat tidak mood.” Kata Hyorin dengan menekankan irama pada kata ‘Direktur’
lalu sedikit mendorong Yeo Seob agar pria itu menjauh dari rumahnya.
Braak...
Hyorin menutup
pintunya dengan cukup keras.
Ting tong...
Bel kembali berbunyi.
Hyorin membuka pintu dengan kasar. Yeo seob masih berdiri disana.
“ kenapa masih
disini? Isanim[1] kau
harus segera pergi. Maaf kita bicara lan kali saja.” Hyorin kembali bersiap
menutup pintunya.
“ ya! Jamkkanmanyeo.”
Yeo Seob mencoba untuk menahannya.
“ Sireo !” Hyorin
masih memaksa menutup pintu. Mereka berdua saling berlomba tarik – menarik pintu
dan perlombaan itu akhirnya di tutup juga.
Hyorin berjalan
lunglai ke kamarnya.
Ting .. tong.. dan
lagi – lagi bel berbunyi.
Aish, laki – laki itu benar – benar mengganggu.
Hyurin membuka pintu dengan gusar tanpa melihat siapa yang datang langsung
bicara
“ yaish, kenapa
masih belum pergi, sudah kubilang aku tidak mau bertemu denganmu. Apa kau tuli?”
“ne?” seseorang
menjawab. Jelas itu bukan suara isang-nim dan sepatunya. Oh, tidak. Dia bukan
Isang-nim. Yaish.
Blush
Muka Hyorin bersemu
merah. Ia sedikit mendongakkan wajahnya dan sedikit meringis menahan malu. Terlihat
lelaki jangkung dengan hidung mancung, rambut sedikit di cat pirang, berkulit
putih, dan tentu saja sangat tampan.
Omo, nuguseyo?? Hyorin baru melihatnya kali
ini. Siapa dia?.
[1]
direktur
penasaran kan itu cowoknya siapa???? siapa hayohh, guess it!! yang pasti itu ganteeeeeeeng. nantikan kehadirannya di part selanjutnya
coment is so important
Title: On The Raining Days
Author:
Arumly/Kim Ji Rin
Cast:
Ø Hyorin
Sistar
Ø Yang Yeo
Seob B2ST
Other
cast:
Ø Soyu
Sistar
Ø Park Yoo
Chun JYJ
Genre :
Romance
Rated :
PG 15
Legth : One
shoot
Disclimer
:
FF ini
murni hasil kerja keras author...
author
berhari nyari wangsit. Capek juga mondar mandir tiap kali dapat ide langsung
masuk kamar. Capek juga memikirkan kata – kata yang harus dikeluarkan.
Jadi
tolong ya kalo mau ngopy ijin dulu terus dikasih credit source. Ku harap kalian
mengerti dan mau menghargai karyaku. Jangan Cuma jadi Silent reader. Kritik dan
saran sangat aku butuhkan buat karya – karya selanjutnya. Silahkan coment
apapun yang kalian mau.
Gomawoyo
◠◡◠ ◜◡◝ ...
CHAPTER
3
* Hyo
Rin POV *
Mwo?
Yang Yeo Seob sunbae itu adalah pewaris perusahaan?. Ah, andwae. solma[1].
Kejadian tadi itu benar – benar membuatkuhampir mati terkejut. Dia tak pernah
mengatakannya. Bahkan saat kita cukup dekat saat SMA dulu. Belum pernah
sekalipun.
Aku menjatuhkan tubuhku ke sofa
setibaku di rumah. Aku tinggal di rumah di daerah Gwang-do bersama ibuku. Aku
harus naik kereta bawah tanah untuk pulang dari kantor. Meski kadang – kadang
aku naik bis. Rumahku tak terlalu besar. Cukup untuk ditempati 2 orang. Ada 2
kamar, 2 kamar mandi, dapur yang selalu bersih karena ibuku. Kamarku juga
sangat nyaman. Ibu yang membantuku untuk mengaturnya. Ibuku sedang tidak ada di
rumah malam ini. Ia mengunjungi nenek dan kakek di Busan dan mungkin akan
pulang besok. Aku tiduran di sofa dan memejamkan mataku sebentar.
Ponselku tiba - tiba berdering. Aku dengan sangat
malas mencoba meraih ponselku. Posisiku masih tiduran di sofa.
“ ne, yeoboseyo” kataku setelah mendapatkan
ponselku lalu menemelkannya ke telinga.
Tak ada jawaban. Tak ada suara
“ ini kenapa?” gumamku
Aku memindahkan ponselku. Kulihat layar ponsel,
tertera sebuah pesan telah masuk. Ah, bodoh. Ini pesan bukan telepon. Aku
terlalu lelah sampai tidak bisa membedakan bunyi telepon masuk dengan pesan
masuk. Begoooooo....
Aku ingin bertemu denganmu sekarang. Aku ada di Restoran Purple
Bean
- Yeo Seob -
Aku
mengerang. Apa maksudnya ini? Apa lagi? aku tidak ada waktu sekarang. Aku ingin
istirahat setelah pekerjaan dan mendengar gosip – gosip menyebalkan tenteangku
di kantor tadi. Aku tidak meu ada staf yang tiba – tiba melihatku dengannya
atau aku akan menjadi bulan – bulanan mereka besok. Aku menolak permintaanya. Aku
malas.
*Hyorin POV end*
Sebuah pesan masuk. Namun, Hyorin yang masih lelah itu mengira itu
adalah panggilan telepon. Setelah menyadari bahwa itu bukanlah telepon, ia
melihat ponselnya lalu membaca pesan itu. Sebuah pesan dari Yeo Seob. Ah, dia
terlalu malas untuk bertemu dengan Yeo Seob. Ini sudah ,malam. Untuk apa dia
mengajak bertemu.
Hyorin
tak membalas pesan dari Yeo Seob. Ia beranjak dari sofa lalu ia pergi mandi.
Sementara itu, Yeo Seob menantinya di Restoran yang telah ia beritahukan pada
Hyo Rin tadi. Sebenarnya ia ingin menjelaskan kejadian tadi kepada Hyo Rin agar
ia tidak salah paham. Tapi, mungkin terlambat. Hyo Rin tak kunjung datang. Yeo
Seob berpikir bahwa Hyo Rin sudah salah paham dan tidak ingin bertemu dengannya
lagi. Tapi, tidak mungkin wanita seperti dia berubah begitu saja. Yeo Seob
tetap menantinya di cafe itu. Malam semakin larut. Tapi Hyo Rin masih belum
datang juga dan Yeo Seob masih setia
menunggunya. Seorang pelayan datang mengahampiri Yeo Seob dan mengatakan
restoran itu akan segera tutup. Terpaksa ia harus pergi meninggalkan tempat
itu. Oke, kali ini ia mengalah dan pergi dari sana. Ia memutuskan untuk
menjelaskannya besok saja.
***
Pagi
sudah menyingsing. Kali ini Hyorin bangun lebih pagi. Ia merasa sangat nyaman
bisa menikmati tidur lelapnya semalam. Kejadian kemarin itu benar – benar membuatnya
lelah setengah mati. Hari ini adalah hari minggu. Saatnya untuk menikmati
suasana santai di rumah. Bermalas – malasan sebentar mungkin. Hyorin duduk di
kasurnya. Ia akan bersiap untuk bangkit lalu rencananya akan segera mandi. Tapi
semua itu tertunda. Dering ponsel Hyorin yang menundanya. Tanpa melihat siapa
yang meneleponnya Hyorin mengangkat saja. Mungkin karena baru bangun tidur dan
moodnya sedang baik.
“ yoboseyo?” ucapnya.
“ ini aku. Yang Yeo Seob” terdengar suara laki –
laki yang tidak asing lagi bagi Hyorin.
“ oh, kau. Ada apa?” ia mengernyitkan dahinya. Mudah
– mudahan laki – laki itu tidak mengajaknya bertemu.
***
Yeo Seob meraih ponselnya. Semalaman ia
tak bisa tidur memikirkan gadis itu. Ia mengharapkan semoga dia tidak salah
paham atas kejadian kemarin itu. Memang rasanya tidak mungkin untuk gadis itu tidak salah paham padanya. Ia tiba –tiba datang
dengan identitas calon pewaris perusahaan. Sementara sebelumnya mereka bertemu
dan Yeo Seob tak terlihat seperti itu. Yeo Seob duduk di kursi meja kerjanya. Ia
meraih ponselnya. Menekan beberapa nomor lalu menempelkannya ke telinga.
“
yoboseyo?” ya. Gadis itu menjawab teleponnya. Syukurlah. Mungkin dia sudah
lebih baik dari semalam.
“
ini aku Yeo Seob” jawabnya kemudian.
“ Oh, kau ada apa?” gadis itu
menjawab dengan malas.
“ soal kemarin. Kuharap kau tidak
salah paham. Aku hanya ingin berteman denganmu sebagai Yang Yeo Seob. bukan sebagai
calon pewaris perusahaan.” Katanya mencoba menjelaskan.
“ aku rasa kita harus bertemu”
lanjutnya.
“ tidak perlu. Aku tidak bisa hari
ini. Lagi pula aku tidak peduli semua itu. Aku tidak peduli” Seon Yeo kembali
berkata dan sedikit menekankan pada kata – kata aku tidak peduli.
Sambungan telepon terputus. Yeo Seob
yang tadi menelepon Seon Yo sambil berjalan keluar kamar dan berjalan ke ruang
tengah menghempaskan tubuhnya ke sofa. Ya, kau hebat Yeo Seob. Kau membuatnya
begitu marah. Kau hebat.
Yeo Seob memutuskan untuk
mengahampiri Hyorin ke rumahnya.
coment is so important
[FF] On The Raining Days Part 3
Full View
Label:
b2st,
Beast,
fan fiction,
hyorin,
on the raining days,
part 3,
sistar,
Yeo Seob
Title: On The Raining Days
Author:
Arumly/Kim Ji Rin
Cast:
Ø Hyorin
Sistar
Ø Yang Yeo
Seob B2ST
Other
cast:
Ø Soyu
Sistar
Ø Park Yoo
Chun JYJ
Genre :
Romance
Rated :
PG 15
Legth : One
shoot
Disclimer
:
FF ini
murni hasil kerja keras author...
author
berhari nyari wangsit. Capek juga mondar mandir tiap kali dapat ide langsung
masuk kamar. Capek juga memikirkan kata – kata yang harus dikeluarkan.
Jadi
tolong ya kalo mau ngopy ijin dulu terus dikasih credit source. Ku harap kalian
mengerti dan mau menghargai karyaku. Jangan Cuma jadi Silent reader. Kritik dan
saran sangat aku butuhkan buat karya – karya selanjutnya. Silahkan coment
apapun yang kalian mau.
Gomawoyo
◠◡◠ ◜◡◝ ...
CHAPTER
3
* Hyo
Rin POV *
Mwo?
Yang Yeo Seob sunbae itu adalah pewaris perusahaan?. Ah, andwae. solma[1].
Kejadian tadi itu benar – benar membuatkuhampir mati terkejut. Dia tak pernah
mengatakannya. Bahkan saat kita cukup dekat saat SMA dulu. Belum pernah
sekalipun.
Aku menjatuhkan tubuhku ke sofa
setibaku di rumah. Aku tinggal di rumah di daerah Gwang-do bersama ibuku. Aku
harus naik kereta bawah tanah untuk pulang dari kantor. Meski kadang – kadang
aku naik bis. Rumahku tak terlalu besar. Cukup untuk ditempati 2 orang. Ada 2
kamar, 2 kamar mandi, dapur yang selalu bersih karena ibuku. Kamarku juga
sangat nyaman. Ibu yang membantuku untuk mengaturnya. Ibuku sedang tidak ada di
rumah malam ini. Ia mengunjungi nenek dan kakek di Busan dan mungkin akan
pulang besok. Aku tiduran di sofa dan memejamkan mataku sebentar.
Ponselku tiba - tiba berdering. Aku dengan sangat
malas mencoba meraih ponselku. Posisiku masih tiduran di sofa.
“ ne, yeoboseyo” kataku setelah mendapatkan
ponselku lalu menemelkannya ke telinga.
Tak ada jawaban. Tak ada suara
“ ini kenapa?” gumamku
Aku memindahkan ponselku. Kulihat layar ponsel,
tertera sebuah pesan telah masuk. Ah, bodoh. Ini pesan bukan telepon. Aku
terlalu lelah sampai tidak bisa membedakan bunyi telepon masuk dengan pesan
masuk. Begoooooo....
Aku ingin bertemu denganmu sekarang. Aku ada di Restoran Purple
Bean
- Yeo Seob -
Aku
mengerang. Apa maksudnya ini? Apa lagi? aku tidak ada waktu sekarang. Aku ingin
istirahat setelah pekerjaan dan mendengar gosip – gosip menyebalkan tenteangku
di kantor tadi. Aku tidak meu ada staf yang tiba – tiba melihatku dengannya
atau aku akan menjadi bulan – bulanan mereka besok. Aku menolak permintaanya. Aku
malas.
*Hyorin POV end*
Sebuah pesan masuk. Namun, Hyorin yang masih lelah itu mengira itu
adalah panggilan telepon. Setelah menyadari bahwa itu bukanlah telepon, ia
melihat ponselnya lalu membaca pesan itu. Sebuah pesan dari Yeo Seob. Ah, dia
terlalu malas untuk bertemu dengan Yeo Seob. Ini sudah ,malam. Untuk apa dia
mengajak bertemu.
Hyorin
tak membalas pesan dari Yeo Seob. Ia beranjak dari sofa lalu ia pergi mandi.
Sementara itu, Yeo Seob menantinya di Restoran yang telah ia beritahukan pada
Hyo Rin tadi. Sebenarnya ia ingin menjelaskan kejadian tadi kepada Hyo Rin agar
ia tidak salah paham. Tapi, mungkin terlambat. Hyo Rin tak kunjung datang. Yeo
Seob berpikir bahwa Hyo Rin sudah salah paham dan tidak ingin bertemu dengannya
lagi. Tapi, tidak mungkin wanita seperti dia berubah begitu saja. Yeo Seob
tetap menantinya di cafe itu. Malam semakin larut. Tapi Hyo Rin masih belum
datang juga dan Yeo Seob masih setia
menunggunya. Seorang pelayan datang mengahampiri Yeo Seob dan mengatakan
restoran itu akan segera tutup. Terpaksa ia harus pergi meninggalkan tempat
itu. Oke, kali ini ia mengalah dan pergi dari sana. Ia memutuskan untuk
menjelaskannya besok saja.
***
Pagi
sudah menyingsing. Kali ini Hyorin bangun lebih pagi. Ia merasa sangat nyaman
bisa menikmati tidur lelapnya semalam. Kejadian kemarin itu benar – benar membuatnya
lelah setengah mati. Hari ini adalah hari minggu. Saatnya untuk menikmati
suasana santai di rumah. Bermalas – malasan sebentar mungkin. Hyorin duduk di
kasurnya. Ia akan bersiap untuk bangkit lalu rencananya akan segera mandi. Tapi
semua itu tertunda. Dering ponsel Hyorin yang menundanya. Tanpa melihat siapa
yang meneleponnya Hyorin mengangkat saja. Mungkin karena baru bangun tidur dan
moodnya sedang baik.
“ yoboseyo?” ucapnya.
“ ini aku. Yang Yeo Seob” terdengar suara laki –
laki yang tidak asing lagi bagi Hyorin.
“ oh, kau. Ada apa?” ia mengernyitkan dahinya. Mudah
– mudahan laki – laki itu tidak mengajaknya bertemu.
***
Yeo Seob meraih ponselnya. Semalaman ia
tak bisa tidur memikirkan gadis itu. Ia mengharapkan semoga dia tidak salah
paham atas kejadian kemarin itu. Memang rasanya tidak mungkin untuk gadis itu tidak salah paham padanya. Ia tiba –tiba datang
dengan identitas calon pewaris perusahaan. Sementara sebelumnya mereka bertemu
dan Yeo Seob tak terlihat seperti itu. Yeo Seob duduk di kursi meja kerjanya. Ia
meraih ponselnya. Menekan beberapa nomor lalu menempelkannya ke telinga.
“
yoboseyo?” ya. Gadis itu menjawab teleponnya. Syukurlah. Mungkin dia sudah
lebih baik dari semalam.
“
ini aku Yeo Seob” jawabnya kemudian.
“ Oh, kau ada apa?” gadis itu
menjawab dengan malas.
“ soal kemarin. Kuharap kau tidak
salah paham. Aku hanya ingin berteman denganmu sebagai Yang Yeo Seob. bukan sebagai
calon pewaris perusahaan.” Katanya mencoba menjelaskan.
“ aku rasa kita harus bertemu”
lanjutnya.
“ tidak perlu. Aku tidak bisa hari
ini. Lagi pula aku tidak peduli semua itu. Aku tidak peduli” Seon Yeo kembali
berkata dan sedikit menekankan pada kata – kata aku tidak peduli.
Sambungan telepon terputus. Yeo Seob
yang tadi menelepon Seon Yo sambil berjalan keluar kamar dan berjalan ke ruang
tengah menghempaskan tubuhnya ke sofa. Ya, kau hebat Yeo Seob. Kau membuatnya
begitu marah. Kau hebat.
Yeo Seob memutuskan untuk
mengahampiri Hyorin ke rumahnya.
coment is so important
Title:
On The Raining Days
Author:
Arumly/Kim Ji Rin
Cast:
Ø Hyorin Sistar
Ø Yang yeo seob
B2ST
Other cast:
Ø Soyu Sistar
Ø IU as Lee Ji Eun
Genre :
Romance
Rated :
PG 15
Legth : Chaptered
Disclimer :
wahh setelah sekian lama, dengan mencoba mengatasi kemacetan ide, author tetap berusaha menyelesaikan part 2 dan 3, meski yang pert 3 belum selesai sepenuhnya, tapi part 2nya kan udah di post, semoga pada suka ya, maaf menunggu lama kalian bisa baca yang part 1 yang udah dikeluarkan sebelumnya ,
FF ini murni hasil
kerja keras author...
author
berhari nyari wangsit. Capek juga mondar mandir tiap kali dapat ide langsung
masuk kamar. Capek juga memikirkan kata – kata yang harus dikeluarkan.
Jadi tolong
ya kalo mau ngopy ijin dulu terus dikasih credit source. Ku harap kalian
mengerti dan mau menghargai karyaku. Jangan Cuma jadi Silent reader. Kritik dan
saran sangat aku butuhkan buat karya – karya selanjutnya. Silahkan coment
apapun yang kalian mau.
Chapter
2
Hyorin
siap pergi ke kantor. Setelah mencabut flashdisk dan mengambil print out
presentasinya ia keluar dari kamar dan menemui ibunya di dapur untuk
berpamitan.
“ kau tidak sarapan dulu nak?” tanya
ibunya
“ nggak ma, nanti di kantor aja”
Hyorin berlalu. Ia berjalan keluar
Seperti
biasanya Hyorin pergi ke kantor dengan menggunakan bis merah menuju Seoul. Ia
berjalan menuju halte bis. Saat ia berjalan ia mendengar bunyi klakson dari
belakang. Sebuah mobil hitam lalu berhenti di dekat Hyorin. Mobil yang menurut
Hyrin sudah tidak begitu asing. Seseorang membuka kaca mobil hitam itu.
“Hyorin ah~”
panggilnya
Hyorin
mendekat. Dan tidak salah lagi orang itu adalah Yeo Seob sunbae.
“ Hyorin ah~
, masuklah. Aku akan mengajakmu ke suatu tempat.” Katanya
Hyorin
sedikit mengernyitkan dahi.
Yeo seob
keluar dari mobilnya. Ia lalu membawa Hyorin untuk masuk ke dalam dan kembali
masuk.
“ pakai sabuk
pengamanmu.” Kata Yeo Seob
Mobil itupun melaju. Mereka
menyusuri jalan. Menuju Seoul.setelah beberapa lama. Mereka sampai di sebuah
kantor. Itu adalah kantor Hyorin.
“ dari mana
kau tahu?” tanya Hyorin heran.
“tahu dong.
hehe” Yeo Seob malah menjawabnya dengan candaan. “ sudah sana masuk. Kau hampir
terlambat. Hyorin hanya kebingungan. Pertanyaan yang ada dibenaknya saat ini
ialah. Dari mana ia tahu semua itu???
Ia hanya berlalu dari hadapan Yeo
Seob dengan rasa bingung dan penasarannya. Rasa penasaran itu sedikit
menyiksanya karena ia memang seorang yang sangat mudah penasaran dan akan
terusmencari sampai ia dapat jawabannya.
Akhirnya ia memutuskan untuk menelepon Yeo
Seob. Diambilnya ponsel dari dalam tas.
“y....y....yeoboseyo?” kata hyorin
“ne? Hyorin ah~ wae?” suara Yeo eob
terdengar dari ponsel.
“ sunbae nim, dari mana kau tahu
tempat kerjaku?” kata Hyorin
“emmm, bimil[1]” kata Yeo seob menggoda
Hyorin
“ya! Sunbaenim. Ah~ michoseo[2]. Sunbaenim dari mana kau tahu?”
desak Hyorin
“seharusnya kau tahu” kata Yeo Seob lagi
Tulit...
Sambungan telepon terputus
“ya Sunbaenim, sunbaenim” Hyorin
memanggil – manggil Yeo Seob.
“ aish, geu sarami , michoseo” umpat
Hyorin memandang Ponselnya.
Hyorin menghentakkan kakinya ke lantai
karena kesal. Hyorin mencoba menelepon Yeo Seob lagi tapi, tidak diangkat.
Berkali – kali mencoba, tapi sama saja.
Ia mengumpat (berbicara dengan
ponsel).
Tak berapa lama kemudian getar
ponselnya menghentikan umpatan – umpatan yang ia keluarkan.
11.30 a.m. Bums Story Restaurant
-
Yeo Seob -
“benar
–benar”katanya lagi.
Hyorin menekan tombol lift
menuju lantai 5 tempatnya bekerja sebagai staf ketua departement
promosi.
Di dalam lift sudah ada beberapa
orang. Mereka memberikan tatapan aneh kepada HyoRin. Hyorin menyadari itu.
*Hyorin
POV*
Sedikit risih
memang, tapi sudahlah mungkin itu bukan untukku. Aku tetap percaya diri masuk
ke dalam lift. Disana kudengar beberapa orang sedang ber bisik – bisik tapi tak
jelas apa yang mereka bicarakan.
Ting
Aku sudah
sampai di lantai lima. Aku keluar bersaama beberapa orang. Di perjalanan menuju
ruang tempatku bekerja. Beberapa orang terlihat sedang memandangiku sambil
berbisik – bisik. Aku tak peduli dan tetap berjalan dengan percaya diri ke meja
kerjaku. Di dalam ruangan sudah ada beberapa orang staf. Mereka menatapku
dengan sinis.
* Hyorin
POV end*
“ sudah
berani menggoda putra presedir masih berani datang ke kantor” seorang wanita
tiba – tiba saja bicara dari belakang Hyo Rin. Kang ji Hyun atau yang biasa di
panggil dengan nama amerikanya yaitu Soyu yang baru datang itu langsung
nyeletuk.
“Ji Hyun, apa
maksudmu?” tanya Hyorin heran
“ sudahlah
kamu nggak perlu pura – pura bodoh lagi. kami semua sudah tau.” Jawab Soyu lalu
pergi dari hadapan Hyorin.
Aneh sebenarnya
apa yang mereka pikirkan? Gumam Hyorin dalam hati.
Hyorin tidak peduli. Ia hanya melanjutkan
pekerjaannya tanpa beban pikiran. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul setengah
dua belas. Saatnya untuk pergi karena ini adalah jam makan siang. Hyorin
teringat janjinya dengan Yang yeo Seob. Ia segera beranjak deri tempat duduknya
dan pergi ke sebuah restoran yang diberi nama Bums Story. Kabarnya restoran
inti adalah milik salah seorang member JYJ yaitu Kim Jae Joong. Pantas saja kebanyakan yang datang
kesini adalah kaum hawa dan kebanyakan dari mereka adalah penggemar Jae Joong. Seperti
Hyo rin.
Yeo Seob terlihat sedang duduk
di dekat jendela. Hyorin segera menghampirinya.
“ Annyeong Haseyo” sapanya
Yeo Seob lalu berdiri dan
mengucapkan salam juga. Lalu mempersilakan Hyorin untuk duduk. Seorang pelayan datang mendatangi mereka.
“ annyeong
haseyo, anda mau pesan apa? Silakan” pelayan itu lalu memberiikan buku menu
kepada yeo Seob.
“ kau mau
pesan apa?” kata Yeo Seob
Hyorin yang juga memegang menu hanya melongo
melihat harga yang tertera disana. Begitu mahal.
“ hei, disini
sangat mahal, kenapa tidak pindeh ke tempat lain saja?” bisik Hyorin kepada Yeo
Seob.
“ kita sudah
terlanjur datang. pilih saja yang kau suka” Yeo Seob juga berbisik.
“sirreo, aku
tak mau...” belum selesai Hyorin berbicara Yeo Seob membungkamnya dengan cara
ia menyebutkan sebuah menu masakan jepang yaitu Nagasaki jambbomnabe, Asihi
Saeng, dan ramyun Sarijuga *menuAsli *author g tau itu nama Indonesianya apa. Pelayan
itu mencatat setiap pesanan Yeo Seob lalu pergi meninggalkan kami.
“ apa – apaan ini?” kata Hyorin
setelah pelayan itu pergi.
“ sudahlah terima saja” kata Yeo Seob lagi.
“ ok, sekarang apa yang akan kau bicarakan? Ah~ yang tadi
pagi itu. Harus kau jelaskan. Dari mana kau tahu semua itu? Kau tahu kantourku.
Dari mana kau tahu itu?” tanya Hyorin yang langsung kepada titik
permasalahannya.
“ oh , itu. Kau tahu? Map yang kemarin kau cari itu kan
ada alamat kantormu. Harusnya kau tahu itu.” Jawab yeo seob deiikuti
senyumannya.
Tak lama makanan datang. mereka menikmati makanan itu
sambil sesekali mengobrol.
“ kau akan menerima beberapa hal lai lagi, kuharap kau
tidak terlalu terkejut deengan itu.” Kata yeo seob setelah selesai makan.
“ maksudmu?” Hyorin bertanya dengan penuh penasaran lalu
sedikit mencondongkan badannya lalu menumpukan dagunya dengan kedua tangannya.
Tapi Yeo Seob hanya tersenyum lalu berkata “ sekarang jam
makan siang sudah selesai, cepat kembali ke kantor”
Hyorin terkejut lalu melihat jam tangannya
“ omo~ aku bisa terlambat untuk presentasi.Aku pergi dulu
oke. Urusan kita belum selesai. Aku harus tahu semua maksudmu itu” kata Hyorin
kemudain beranjak dari tempat duduknya.
Saatnya presentasi untuk rapat
promosi datang juga. Hyorin bersiap menuju ruang rapat departemen promosi. “huh,
semangat Hyorin. Fighting” Hyorin berkata -
kata dengan semangat untuk menyemangati dirinya sendiri lalu
mnengepalkan tangannya tanda semangat.
Hyorin berjalan ke ruang rapat. Sampai
di ruangan yang tidak jauh dari tempat untuk departemen promosi ia segera masuk
lalu mengambil tempat duduk untuknya. Ia mempersiapkan sedikit lagi untuk
presentasinya. Orang – orang sudah datang. mereka mengobrol satu sama lain. Termasuk
Hyorin yang sedang mengobrol dengan sahabat dekatnya di kantor yaitu Lee Ji
Eun.
Seseorang membuka pintu ruang
rapat lalu berkata. “ semuanya direktur
baru kita sudah datang.” kata lelaki berjas hitam itu lalu membungkuk ke pintu
mempersilahkan seseorang untuk masuk.
Seorang yang manis,
tinggi, berambut hitam yang stylish dan terlihat berwibawa masuk bersama
seorang sekertarisnya. Orang itu adalah Yang Yeo Seob.
[FF] On The Raining Days Part 2
Full View
Label:
b2st,
Beast,
FF,
hyorin,
on the raining days,
sistar,
Yeo Seob
Title:
On The Raining Days
Author:
Arumly/Kim Ji Rin
Cast:
Ø Hyorin Sistar
Ø Yang yeo seob
B2ST
Other cast:
Ø Soyu Sistar
Ø IU as Lee Ji Eun
Genre :
Romance
Rated :
PG 15
Legth : Chaptered
Disclimer :
wahh setelah sekian lama, dengan mencoba mengatasi kemacetan ide, author tetap berusaha menyelesaikan part 2 dan 3, meski yang pert 3 belum selesai sepenuhnya, tapi part 2nya kan udah di post, semoga pada suka ya, maaf menunggu lama kalian bisa baca yang part 1 yang udah dikeluarkan sebelumnya ,
FF ini murni hasil
kerja keras author...
author
berhari nyari wangsit. Capek juga mondar mandir tiap kali dapat ide langsung
masuk kamar. Capek juga memikirkan kata – kata yang harus dikeluarkan.
Jadi tolong
ya kalo mau ngopy ijin dulu terus dikasih credit source. Ku harap kalian
mengerti dan mau menghargai karyaku. Jangan Cuma jadi Silent reader. Kritik dan
saran sangat aku butuhkan buat karya – karya selanjutnya. Silahkan coment
apapun yang kalian mau.
Chapter
2
Hyorin
siap pergi ke kantor. Setelah mencabut flashdisk dan mengambil print out
presentasinya ia keluar dari kamar dan menemui ibunya di dapur untuk
berpamitan.
“ kau tidak sarapan dulu nak?” tanya
ibunya
“ nggak ma, nanti di kantor aja”
Hyorin berlalu. Ia berjalan keluar
Seperti
biasanya Hyorin pergi ke kantor dengan menggunakan bis merah menuju Seoul. Ia
berjalan menuju halte bis. Saat ia berjalan ia mendengar bunyi klakson dari
belakang. Sebuah mobil hitam lalu berhenti di dekat Hyorin. Mobil yang menurut
Hyrin sudah tidak begitu asing. Seseorang membuka kaca mobil hitam itu.
“Hyorin ah~”
panggilnya
Hyorin
mendekat. Dan tidak salah lagi orang itu adalah Yeo Seob sunbae.
“ Hyorin ah~
, masuklah. Aku akan mengajakmu ke suatu tempat.” Katanya
Hyorin
sedikit mengernyitkan dahi.
Yeo seob
keluar dari mobilnya. Ia lalu membawa Hyorin untuk masuk ke dalam dan kembali
masuk.
“ pakai sabuk
pengamanmu.” Kata Yeo Seob
Mobil itupun melaju. Mereka
menyusuri jalan. Menuju Seoul.setelah beberapa lama. Mereka sampai di sebuah
kantor. Itu adalah kantor Hyorin.
“ dari mana
kau tahu?” tanya Hyorin heran.
“tahu dong.
hehe” Yeo Seob malah menjawabnya dengan candaan. “ sudah sana masuk. Kau hampir
terlambat. Hyorin hanya kebingungan. Pertanyaan yang ada dibenaknya saat ini
ialah. Dari mana ia tahu semua itu???
Ia hanya berlalu dari hadapan Yeo
Seob dengan rasa bingung dan penasarannya. Rasa penasaran itu sedikit
menyiksanya karena ia memang seorang yang sangat mudah penasaran dan akan
terusmencari sampai ia dapat jawabannya.
Akhirnya ia memutuskan untuk menelepon Yeo
Seob. Diambilnya ponsel dari dalam tas.
“y....y....yeoboseyo?” kata hyorin
“ne? Hyorin ah~ wae?” suara Yeo eob
terdengar dari ponsel.
“ sunbae nim, dari mana kau tahu
tempat kerjaku?” kata Hyorin
“emmm, bimil[1]” kata Yeo seob menggoda
Hyorin
“ya! Sunbaenim. Ah~ michoseo[2]. Sunbaenim dari mana kau tahu?”
desak Hyorin
“seharusnya kau tahu” kata Yeo Seob lagi
Tulit...
Sambungan telepon terputus
“ya Sunbaenim, sunbaenim” Hyorin
memanggil – manggil Yeo Seob.
“ aish, geu sarami , michoseo” umpat
Hyorin memandang Ponselnya.
Hyorin menghentakkan kakinya ke lantai
karena kesal. Hyorin mencoba menelepon Yeo Seob lagi tapi, tidak diangkat.
Berkali – kali mencoba, tapi sama saja.
Ia mengumpat (berbicara dengan
ponsel).
Tak berapa lama kemudian getar
ponselnya menghentikan umpatan – umpatan yang ia keluarkan.
11.30 a.m. Bums Story Restaurant
-
Yeo Seob -
“benar
–benar”katanya lagi.
Hyorin menekan tombol lift
menuju lantai 5 tempatnya bekerja sebagai staf ketua departement
promosi.
Di dalam lift sudah ada beberapa
orang. Mereka memberikan tatapan aneh kepada HyoRin. Hyorin menyadari itu.
*Hyorin
POV*
Sedikit risih
memang, tapi sudahlah mungkin itu bukan untukku. Aku tetap percaya diri masuk
ke dalam lift. Disana kudengar beberapa orang sedang ber bisik – bisik tapi tak
jelas apa yang mereka bicarakan.
Ting
Aku sudah
sampai di lantai lima. Aku keluar bersaama beberapa orang. Di perjalanan menuju
ruang tempatku bekerja. Beberapa orang terlihat sedang memandangiku sambil
berbisik – bisik. Aku tak peduli dan tetap berjalan dengan percaya diri ke meja
kerjaku. Di dalam ruangan sudah ada beberapa orang staf. Mereka menatapku
dengan sinis.
* Hyorin
POV end*
“ sudah
berani menggoda putra presedir masih berani datang ke kantor” seorang wanita
tiba – tiba saja bicara dari belakang Hyo Rin. Kang ji Hyun atau yang biasa di
panggil dengan nama amerikanya yaitu Soyu yang baru datang itu langsung
nyeletuk.
“Ji Hyun, apa
maksudmu?” tanya Hyorin heran
“ sudahlah
kamu nggak perlu pura – pura bodoh lagi. kami semua sudah tau.” Jawab Soyu lalu
pergi dari hadapan Hyorin.
Aneh sebenarnya
apa yang mereka pikirkan? Gumam Hyorin dalam hati.
Hyorin tidak peduli. Ia hanya melanjutkan
pekerjaannya tanpa beban pikiran. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul setengah
dua belas. Saatnya untuk pergi karena ini adalah jam makan siang. Hyorin
teringat janjinya dengan Yang yeo Seob. Ia segera beranjak deri tempat duduknya
dan pergi ke sebuah restoran yang diberi nama Bums Story. Kabarnya restoran
inti adalah milik salah seorang member JYJ yaitu Kim Jae Joong. Pantas saja kebanyakan yang datang
kesini adalah kaum hawa dan kebanyakan dari mereka adalah penggemar Jae Joong. Seperti
Hyo rin.
Yeo Seob terlihat sedang duduk
di dekat jendela. Hyorin segera menghampirinya.
“ Annyeong Haseyo” sapanya
Yeo Seob lalu berdiri dan
mengucapkan salam juga. Lalu mempersilakan Hyorin untuk duduk. Seorang pelayan datang mendatangi mereka.
“ annyeong
haseyo, anda mau pesan apa? Silakan” pelayan itu lalu memberiikan buku menu
kepada yeo Seob.
“ kau mau
pesan apa?” kata Yeo Seob
Hyorin yang juga memegang menu hanya melongo
melihat harga yang tertera disana. Begitu mahal.
“ hei, disini
sangat mahal, kenapa tidak pindeh ke tempat lain saja?” bisik Hyorin kepada Yeo
Seob.
“ kita sudah
terlanjur datang. pilih saja yang kau suka” Yeo Seob juga berbisik.
“sirreo, aku
tak mau...” belum selesai Hyorin berbicara Yeo Seob membungkamnya dengan cara
ia menyebutkan sebuah menu masakan jepang yaitu Nagasaki jambbomnabe, Asihi
Saeng, dan ramyun Sarijuga *menuAsli *author g tau itu nama Indonesianya apa. Pelayan
itu mencatat setiap pesanan Yeo Seob lalu pergi meninggalkan kami.
“ apa – apaan ini?” kata Hyorin
setelah pelayan itu pergi.
“ sudahlah terima saja” kata Yeo Seob lagi.
“ ok, sekarang apa yang akan kau bicarakan? Ah~ yang tadi
pagi itu. Harus kau jelaskan. Dari mana kau tahu semua itu? Kau tahu kantourku.
Dari mana kau tahu itu?” tanya Hyorin yang langsung kepada titik
permasalahannya.
“ oh , itu. Kau tahu? Map yang kemarin kau cari itu kan
ada alamat kantormu. Harusnya kau tahu itu.” Jawab yeo seob deiikuti
senyumannya.
Tak lama makanan datang. mereka menikmati makanan itu
sambil sesekali mengobrol.
“ kau akan menerima beberapa hal lai lagi, kuharap kau
tidak terlalu terkejut deengan itu.” Kata yeo seob setelah selesai makan.
“ maksudmu?” Hyorin bertanya dengan penuh penasaran lalu
sedikit mencondongkan badannya lalu menumpukan dagunya dengan kedua tangannya.
Tapi Yeo Seob hanya tersenyum lalu berkata “ sekarang jam
makan siang sudah selesai, cepat kembali ke kantor”
Hyorin terkejut lalu melihat jam tangannya
“ omo~ aku bisa terlambat untuk presentasi.Aku pergi dulu
oke. Urusan kita belum selesai. Aku harus tahu semua maksudmu itu” kata Hyorin
kemudain beranjak dari tempat duduknya.
Saatnya presentasi untuk rapat
promosi datang juga. Hyorin bersiap menuju ruang rapat departemen promosi. “huh,
semangat Hyorin. Fighting” Hyorin berkata -
kata dengan semangat untuk menyemangati dirinya sendiri lalu
mnengepalkan tangannya tanda semangat.
Hyorin berjalan ke ruang rapat. Sampai
di ruangan yang tidak jauh dari tempat untuk departemen promosi ia segera masuk
lalu mengambil tempat duduk untuknya. Ia mempersiapkan sedikit lagi untuk
presentasinya. Orang – orang sudah datang. mereka mengobrol satu sama lain. Termasuk
Hyorin yang sedang mengobrol dengan sahabat dekatnya di kantor yaitu Lee Ji
Eun.
Seseorang membuka pintu ruang
rapat lalu berkata. “ semuanya direktur
baru kita sudah datang.” kata lelaki berjas hitam itu lalu membungkuk ke pintu
mempersilahkan seseorang untuk masuk.
Seorang yang manis,
tinggi, berambut hitam yang stylish dan terlihat berwibawa masuk bersama
seorang sekertarisnya. Orang itu adalah Yang Yeo Seob.
Lyrics/작사: 용준형, Rado
Composer/작곡: Rado
Arranger/편곡: Rado
Du Jun, Hyun Seung, Jun Hyung, Yo Seob, Gi Kwang, Dong Woon
Erul joohl ahlasso erul joohl ahlasso
YoJeum dahllahjin guhtmahn gattah
Ahn hadeon hwajangdoh jjinhahgae
Ahn gahduhn kkuhllupdoh gahnae huh
Wae jahkku shingeongee ssueeneungee
Ohtsuh nuhmgieleuhgo haetneundae
Oohtsumee nahohgeel ahnnae
[All/YoSeop](Eonjaebuhtuhyyeotneungee)
Nigah nahl gahtgoh nohlahtduhn gae
Jeongmahl jinshimuhtneungee
[All/YoSeop](Eeottokgae nigah eerul soo eetsuh)
Uhjjeonji yojjeum deulluhsuh mahnee
Dahllahjeotdah haetsuh
Geureon juldoh moreuhgo Oh nuhmahn
Saranghaetsuh
Naegah eeruhl joohl ahlasso Uh
Nigah geu nahmjahl mahnnahleuh
Gahndahgoh haetsuhl ddae
Wae nuhl geuttae buhtjabgee
Mohthaetssuhlkah
Eerul joohl ahlasso Uh
Mohleunneun jeonhwabuhnnohgah
Tteul ttaebuhttuh
Geuttaebuhttuh eeruhl jeul ahlasso
Jahgiyah, ooheshimhahneun gae
Ahnyah nae mahm ahlgee
Nuhl nuhmoo saranghaesuh geuleh
Guhruhneekkah gahmshimahn
Haenduupohn johm jwo bwah
Hwahgeenhwahl gae eetsuhsuh geurae
Beenmeelbuhnhoneun ddoh
Uhnjae bahkkwuhnwahnnee
Tonghwa mokleukee wae eeree
Kkaekeuthahn geulkah
Muhngcheonghahgae geonbu dah
Geewuhbuhleuhtgoonah
Ha.. Gweuhpnae uuri 뫃모
Nuh Mahnnee eesanghae
Sohlgeekhee mahlhae
Nah jeom hwanahlleuhgoh hae
[All/DongWoon](Neonwaenahl tteuhnahgahtsuh)
Eerun naegah gee geuhwoejeotsuh
Jeonhwageen wae kkeujeoh eetsuh
[All/DongWoon](nah geegeum hwal mahlee eetneundae)
Moksohreemahn ddeutgosuh geuhnyang
Gidahlleuhlgae yuhgisuh ni gip moohn appae
Naegah eeleuhl joohl alhasso Uh
Nigah geu nahmgahl mahnnahleuh
Gahnndahgo haetssuhl ttae
Wae nuhl geuttae boohtgahpgee
Mohthaetssuhlkka
Eeleul joohl ahllahtssuh Uh
Mohleuneun geonhwabohnhogah
tteulttaebuht tuh
Geuttaebutuhh eeleul joohl alhasso
Naegah muhl gahlmohtttaetsuh?
(Ssaenggakhae bwomeun naegah gahlmohthan
Geun hahnah ohpneun geot gatteundae)
Sohlgikhahgae mahlhaegwo
(Sohlgeekhahgae mahlhahgee ahnahdoe eemee
Dah ahlgo eetgeen hae)
Geureh eejae jeongmahl geumahnhahlgae
Jookuhdoh chamki hhimdeulmyeon mahl hae
Baby Please
(Jeongmahl mahjeekmakeuroh Hahn mahdeemahn
halkkae)
Geuttae Geu saram,
Ahnee geuttae geu nohmee mahtgee
Nahlsaenggeegeen haetdeondae geuree duhmgeekhae
Boheegin ahnduhndae mahlyah
Neegah muhseun gahlmohteenee
Nuhmoo chakhahn gae jwelahmeun geuguh
hahnahppeuneegee
Ne yeopae naegah eetneunguhl ahllahtsseul ttaendae
Naegah cham oohtsuewoe bbohyeotnah bwa geu
gahshik
Kkeutgee mah gahgeeyah moohuhbohlgae eetsuhseo
geurae
Uh… yeogi uhdeejjeumee… geunohm geepee mahtgee?
Naegah eereul jeul alhasso Uh
Nigah geu namjal mahnahluh
gahndahgo haetsuhl ttae
Wae nuhl geuttae bootjapgee mohthaetsuhlkkah
Eerul joohl alhasso Uh
Moreuneun jeonhwabohnnohgah
tteul ttaebuhttuh
Geuttaebuhttuh eerul joohl alhasso
[LYRIC] B2ST/BEAST I KNOW IT ( 이럴 줄 알았어 )
Full View
Label:
b2st,
Beast,
cube,
Dong Woon,
Du Jun,
Gi Kwang,
Hyun Seung,
i know it,
Jun Hyung,
lyric,
Yo Seob
Composer/작곡: Rado
Arranger/편곡: Rado
Du Jun, Hyun Seung, Jun Hyung, Yo Seob, Gi Kwang, Dong Woon
Erul joohl ahlasso erul joohl ahlasso
YoJeum dahllahjin guhtmahn gattah
Ahn hadeon hwajangdoh jjinhahgae
Ahn gahduhn kkuhllupdoh gahnae huh
Wae jahkku shingeongee ssueeneungee
Ohtsuh nuhmgieleuhgo haetneundae
Oohtsumee nahohgeel ahnnae
Ahn hadeon hwajangdoh jjinhahgae
Ahn gahduhn kkuhllupdoh gahnae huh
Wae jahkku shingeongee ssueeneungee
Ohtsuh nuhmgieleuhgo haetneundae
Oohtsumee nahohgeel ahnnae
[All/YoSeop](Eonjaebuhtuhyyeotneungee)
Nigah nahl gahtgoh nohlahtduhn gae
Jeongmahl jinshimuhtneungee
[All/YoSeop](Eeottokgae nigah eerul soo eetsuh)
Uhjjeonji yojjeum deulluhsuh mahnee
Dahllahjeotdah haetsuh
Geureon juldoh moreuhgo Oh nuhmahn
Saranghaetsuh
Nigah nahl gahtgoh nohlahtduhn gae
Jeongmahl jinshimuhtneungee
[All/YoSeop](Eeottokgae nigah eerul soo eetsuh)
Uhjjeonji yojjeum deulluhsuh mahnee
Dahllahjeotdah haetsuh
Geureon juldoh moreuhgo Oh nuhmahn
Saranghaetsuh
Naegah eeruhl joohl ahlasso Uh
Nigah geu nahmjahl mahnnahleuh
Gahndahgoh haetsuhl ddae
Wae nuhl geuttae buhtjabgee
Mohthaetssuhlkah
Eerul joohl ahlasso Uh
Mohleunneun jeonhwabuhnnohgah
Tteul ttaebuhttuh
Geuttaebuhttuh eeruhl jeul ahlasso
Nigah geu nahmjahl mahnnahleuh
Gahndahgoh haetsuhl ddae
Wae nuhl geuttae buhtjabgee
Mohthaetssuhlkah
Eerul joohl ahlasso Uh
Mohleunneun jeonhwabuhnnohgah
Tteul ttaebuhttuh
Geuttaebuhttuh eeruhl jeul ahlasso
Jahgiyah, ooheshimhahneun gae
Ahnyah nae mahm ahlgee
Nuhl nuhmoo saranghaesuh geuleh
Guhruhneekkah gahmshimahn
Haenduupohn johm jwo bwah
Hwahgeenhwahl gae eetsuhsuh geurae
Beenmeelbuhnhoneun ddoh
Uhnjae bahkkwuhnwahnnee
Tonghwa mokleukee wae eeree
Kkaekeuthahn geulkah
Muhngcheonghahgae geonbu dah
Geewuhbuhleuhtgoonah
Ha.. Gweuhpnae uuri 뫃모
Nuh Mahnnee eesanghae
Sohlgeekhee mahlhae
Nah jeom hwanahlleuhgoh hae
Ahnyah nae mahm ahlgee
Nuhl nuhmoo saranghaesuh geuleh
Guhruhneekkah gahmshimahn
Haenduupohn johm jwo bwah
Hwahgeenhwahl gae eetsuhsuh geurae
Beenmeelbuhnhoneun ddoh
Uhnjae bahkkwuhnwahnnee
Tonghwa mokleukee wae eeree
Kkaekeuthahn geulkah
Muhngcheonghahgae geonbu dah
Geewuhbuhleuhtgoonah
Ha.. Gweuhpnae uuri 뫃모
Nuh Mahnnee eesanghae
Sohlgeekhee mahlhae
Nah jeom hwanahlleuhgoh hae
[All/DongWoon](Neonwaenahl tteuhnahgahtsuh)
Eerun naegah gee geuhwoejeotsuh
Jeonhwageen wae kkeujeoh eetsuh
[All/DongWoon](nah geegeum hwal mahlee eetneundae)
Moksohreemahn ddeutgosuh geuhnyang
Gidahlleuhlgae yuhgisuh ni gip moohn appae
Eerun naegah gee geuhwoejeotsuh
Jeonhwageen wae kkeujeoh eetsuh
[All/DongWoon](nah geegeum hwal mahlee eetneundae)
Moksohreemahn ddeutgosuh geuhnyang
Gidahlleuhlgae yuhgisuh ni gip moohn appae
Naegah eeleuhl joohl alhasso Uh
Nigah geu nahmgahl mahnnahleuh
Gahnndahgo haetssuhl ttae
Wae nuhl geuttae boohtgahpgee
Mohthaetssuhlkka
Eeleul joohl ahllahtssuh Uh
Mohleuneun geonhwabohnhogah
tteulttaebuht tuh
Geuttaebutuhh eeleul joohl alhasso
Nigah geu nahmgahl mahnnahleuh
Gahnndahgo haetssuhl ttae
Wae nuhl geuttae boohtgahpgee
Mohthaetssuhlkka
Eeleul joohl ahllahtssuh Uh
Mohleuneun geonhwabohnhogah
tteulttaebuht tuh
Geuttaebutuhh eeleul joohl alhasso
Naegah muhl gahlmohtttaetsuh?
(Ssaenggakhae bwomeun naegah gahlmohthan
Geun hahnah ohpneun geot gatteundae)
Sohlgikhahgae mahlhaegwo
(Sohlgeekhahgae mahlhahgee ahnahdoe eemee
Dah ahlgo eetgeen hae)
Geureh eejae jeongmahl geumahnhahlgae
Jookuhdoh chamki hhimdeulmyeon mahl hae
Baby Please
(Jeongmahl mahjeekmakeuroh Hahn mahdeemahn
halkkae)
(Ssaenggakhae bwomeun naegah gahlmohthan
Geun hahnah ohpneun geot gatteundae)
Sohlgikhahgae mahlhaegwo
(Sohlgeekhahgae mahlhahgee ahnahdoe eemee
Dah ahlgo eetgeen hae)
Geureh eejae jeongmahl geumahnhahlgae
Jookuhdoh chamki hhimdeulmyeon mahl hae
Baby Please
(Jeongmahl mahjeekmakeuroh Hahn mahdeemahn
halkkae)
Geuttae Geu saram,
Ahnee geuttae geu nohmee mahtgee
Nahlsaenggeegeen haetdeondae geuree duhmgeekhae
Boheegin ahnduhndae mahlyah
Neegah muhseun gahlmohteenee
Nuhmoo chakhahn gae jwelahmeun geuguh
hahnahppeuneegee
Ne yeopae naegah eetneunguhl ahllahtsseul ttaendae
Naegah cham oohtsuewoe bbohyeotnah bwa geu
gahshik
Kkeutgee mah gahgeeyah moohuhbohlgae eetsuhseo
geurae
Uh… yeogi uhdeejjeumee… geunohm geepee mahtgee?
Ahnee geuttae geu nohmee mahtgee
Nahlsaenggeegeen haetdeondae geuree duhmgeekhae
Boheegin ahnduhndae mahlyah
Neegah muhseun gahlmohteenee
Nuhmoo chakhahn gae jwelahmeun geuguh
hahnahppeuneegee
Ne yeopae naegah eetneunguhl ahllahtsseul ttaendae
Naegah cham oohtsuewoe bbohyeotnah bwa geu
gahshik
Kkeutgee mah gahgeeyah moohuhbohlgae eetsuhseo
geurae
Uh… yeogi uhdeejjeumee… geunohm geepee mahtgee?
Naegah eereul jeul alhasso Uh
Nigah geu namjal mahnahluh
gahndahgo haetsuhl ttae
Wae nuhl geuttae bootjapgee mohthaetsuhlkkah
Eerul joohl alhasso Uh
Moreuneun jeonhwabohnnohgah
tteul ttaebuhttuh
Geuttaebuhttuh eerul joohl alhasso
Nigah geu namjal mahnahluh
gahndahgo haetsuhl ttae
Wae nuhl geuttae bootjapgee mohthaetsuhlkkah
Eerul joohl alhasso Uh
Moreuneun jeonhwabohnnohgah
tteul ttaebuhttuh
Geuttaebuhttuh eerul joohl alhasso
Title: On The Raining DaysAuthor: Arumly/Kim Ji RinCast: - Ø Hyorin Sistar
- Ø Yang yeo seob B2ST
Genre : RomanceRated : PG 15Legth : ChapteredDisclimer :FF ini MURNI hasil kerja keras author...author berhari nyari wangsit. Capek juga mondar mandir tiap kali dapat ide langsung masuk kamar. Capek juga memikirkan kata – kata yang harus dikeluarkan.Jadi tolong ya kalo mau ngopy ijin dulu terus dikasih credit source. Ku harap kalian mengerti dan mau menghargai karyaku. Jangan Cuma jadi Silent reader. Kritik dan saran sangat aku butuhkan buat karya – karya selanjutnya. Silahkan coment apapun yang kalian mau.Gomawoyo ◠◡◠ ◜◡◝ ...
udah ah g mau banyak cing cong lagi.Let's Get it Started
TO THE ONE WHO ALWAYS WITH ME WHEN RAIN.... WHO SHOW ME HOW BEAUTIFUL RAINING DAYS.... WHO GIVE ME ANY SMILE WHEN RAIN...
PROLOG Hujan saat itu , kau ada bersamakau. Kau sudah merubahku. Benar – benar merubahku. Semua bermula saat hujan dan berakhir saat hujan. Hujan adalah saksi kita. Aku melihat wajhmu di titik hujan yang jatuh ke wajahku. Begitu banyak. Begitu segar. Banyak yang kita lakukan saat hujan. Meski begitu. Kasih kita takkan luntur terbawa air hujan karena akan selalu melekat dihatiku.
All happen ON THE RAINING DAYS
Tunggu kisahnya ya.... bentar lagi rilis kok *sok #plakkkk
[Fan Fiction] On The Raining Days (just preview for prolog)
Full View
Label:
b2st,
Beast,
fan fiction,
FF,
hyorin,
on the raining days,
sistar,
Yeo Seob
Title: On The Raining Days
Author: Arumly/Kim Ji Rin
Cast:
- Ø Hyorin Sistar
- Ø Yang yeo seob B2ST
Genre : Romance
Rated : PG 15
Legth : Chaptered
Disclimer :
FF ini MURNI hasil kerja keras author...
author berhari nyari wangsit. Capek juga mondar mandir tiap kali dapat ide langsung masuk kamar. Capek juga memikirkan kata – kata yang harus dikeluarkan.
Jadi tolong ya kalo mau ngopy ijin dulu terus dikasih credit source. Ku harap kalian mengerti dan mau menghargai karyaku. Jangan Cuma jadi Silent reader. Kritik dan saran sangat aku butuhkan buat karya – karya selanjutnya. Silahkan coment apapun yang kalian mau.
Gomawoyo ◠◡◠ ◜◡◝ ...
udah ah g mau banyak cing cong lagi.
Let's Get it Started
TO THE ONE WHO ALWAYS WITH ME WHEN RAIN....
WHO SHOW ME HOW BEAUTIFUL RAINING DAYS....
WHO GIVE ME ANY SMILE WHEN RAIN...
PROLOG
Hujan saat itu , kau ada bersamakau. Kau sudah merubahku. Benar – benar merubahku. Semua bermula saat hujan dan berakhir saat hujan.
Hujan adalah saksi kita. Aku melihat wajhmu di titik hujan yang jatuh ke wajahku. Begitu banyak. Begitu segar. Banyak yang kita lakukan saat hujan.
Meski begitu. Kasih kita takkan luntur terbawa air hujan karena akan selalu melekat dihatiku.
All happen ON THE RAINING DAYS
Tunggu kisahnya ya.... bentar lagi rilis kok *sok #plakkkk










